• diky wiryawan

INDUSTRI 5.0 : REVOLUSI HATI

Saya berharap era industri 5.0 bukan lagi bicara dan mendefinisikan tentang proses dan alat kerja industri. Sejarah mencatat 1.0 karena industri mulai menggunakan mesin uap. Industri 2.0 dicatat karena lahirnya listrik yang memudahkan pekerjaan pabrik-pabrik. 3.0 melahirkan otomatisasi mesin-mesin bertenaga besar yang menghasilkan produk lebih efektif dan efisien. Sedangkan industri 4.0 adalah era industri digital. Pertukaran, pencatatan dan pengolahan data online, komputasi awan, internet of thing, aplikasi dan sistem web based. Tapi di 5.0 saya justru ingin mengembalikan fungsi industri ke tujuan utamanya yang lebih beradab yaitu mensejahterakan manusianya. Sederhana ya? Sebentar, jangan buru-buru menghakimi dulu. Toh yang saya usulkan ini sudah saya lakukan sejak 2008 perusahaan saya berdiri sampai sekarang. Perusahaan saya memiliki saham kosong yang akan ditawarkan kepada karyawan yang telah bekerja sekian lama dan mencapai jabatan level tertentu sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas dan kinerjanya selama ini ikut membesarkan perusahaan. Mereka tidak lagi bekerja hanya sebagai karyawan, tetapi sekaligus bekerja sebagai pemilik usaha. Sampai sekarang saya tidak atau belum tertarik membawa perusahaan saya menjadi perusahaan terbuka, menawarkan IPO dan lembar saham di bursa efek. Toh yang membeli saham nantinya pemilik modal besar juga. Kalau semua pemilik industri melakukan yang saya lakukan, itu berarti akan ada lahir pemilik-pemilik usaha baru. Ratusan atau bahkan jutaan pemilik usaha baru yang naik kelas, bukan lagi sebagai buruh dan pekerja tetapi sebagai pemilik usaha baru yang akan menjamin keberlangsungan masa depan perusahaan esok hari. Revolusi besarnya tidak lagi di alat atau media penghasil produk dan jasa sebuah usaha. Tetapi merevolusi hati pemilik usaha untuk merangkul karyawan sebagai calon pemilik usaha baru yang tidak lagi hanya berharap dari gaji dan tunjangan bulanan tetapi dari bagi hasil dividen usaha setiap tahunnya. Ini Industri 5.0 yang saya tawarkan.

Recent Posts

See All

PEMUTUS RANTAI

Tidak pernah berdiri sendirian... Di rumah aja berarti membatasi sosialisasi, membatasi berdekatan dan bersentuhan, meregulasi ulang pola hidup sehat individu, menetapkan lagi tujuan hidup dan setelah

KOPIDAN SENDU

Aku adalah sendu senja yang merayap pelan, bersabar menunggu reda hujan hanya untuk memperlihatkan bias indah warna pelangi di kopimu...dengannya.

PEKERJA EVENT

Beberapa kali Pekerja Event Jogja, Jogja Creative Society dan beberapa komunitas ngumpul rapat mbahas persiapan perhelatan Event Selasa Wagen Mangayubagyo Jumenengan Dalem Sri Sultan HB 10 yang ke 32.

diky wiryawan
hdr photographer, sketch & illustrator, event organizer
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey YouTube Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
yogyakarta, indonesia
+62 817 257 456
+62 811 257 456
diowahi @ rongewuwolulas