• diky wiryawan

DIBAYAR KONTAN (23) - STOK ROKOK


Satu orang jamaah berdasarkan regulasi penerbangan internasional hanya diperbolehkan membawa 200 batang rokok. Buat yang 'nyepur' ini tentu masalah. Karena 45 hari perjalanan haji pasti kurang amunisi. Apalagi istri sudah dari awal bilang gak mau dititipi di kopernya. Beli 1 bungkus Sampoerna A Mild di toko Indonesia 20 riyal alias 80 ribu rupiah!!! Agaknya saya memang harus mengurangi kebiasaan saya merokok seperti yang pernah saya janjikan. 

3 hari yang lalu sebelum saya tulis cerita ini, ketika menunggu ashar di dekat Masjidil Harom bersama istri, tiba-tiba datang 1 orang, mungkin orang Pakistan, dia memberi kode untuk meminta rokok saya. Saya jawab, tidak. Persediaan rokok saya sedikit. Saya tidak memikirkannya. 

2 hari yang lalu, ketika pulang tahajud-shubuh-syuruq dari Masjidil Harom, sedang enak-enaknya menikmati roti pharata telur dan kopi susu bersama istri, ada orang entah dari negara mana yang juga minta rokok saya. Masih sama, saya jawab tidak bisa. Padahal saat itu di tangan saya juga tidak sedang pegang rokok. Saya lalu mikir konsep 'dibayar kontan' untuk menghubung-hubungkan itu semua. Saya jadi teringat keberangkatan umroh wajib dari Medinah ke Mekah di hari ke delapan. Dengan bercanda orang Arab itu mengambil satu bungkus rokok saya dan menyuruh saya mengambil 1 batang. La la la... Tidak saya bilang. Tadinya saya yang suruh dia ambil 1 batang rokok dari 1 bungkus rokok Avolution saya. 

Kemarin saya aman. Tidak ada kejadian orang minta rokok. Tapi hari ini, tidak. Ketika saya antri membeli kopi susu, saya disapa orang yang kemudian dia meminta rokok saya. Saya tolak. Tapi beberapa menit kemudian, orang yang juga antri membeli minuman di depan Masjidil Harom itu gantian saya "jawil", saya sodori 1 batang rokok saya. Anehnya dia menolak. Hmmm. Mungkin saya memang harus mengurangi rokok. Selama di Arab, atau mungkin sepulang saya ke Indonesia. Hmmmm... 

Malem ini, saya beli Gudang Garam Surya di toko Indonesia, 20 riyal, ternyata rokok lama...

Pertanda lagi? 


4 views

Recent Posts

See All

PEMUTUS RANTAI

Tidak pernah berdiri sendirian... Di rumah aja berarti membatasi sosialisasi, membatasi berdekatan dan bersentuhan, meregulasi ulang pola hidup sehat individu, menetapkan lagi tujuan hidup dan setelah

TUNDUK DAN TAKLUK

Dia akan pergi... Dia pasti akan pergi... Sebelum malam tiba... Entah kapan malam itu tiba... Dunia sedang belajar... Wabah yang mengagetkan Wabah yang mengingatkan Pemenang bukan mereka yang terhinda

diky wiryawan
hdr photographer, sketch & illustrator, event organizer
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
  • Grey YouTube Icon
  • Grey Pinterest Icon
  • Grey Instagram Icon
yogyakarta, indonesia
+62 817 257 456
+62 811 257 456
diowahi @ rongewuwolulas