• diky wiryawan

DIBAYAR KONTAN* (19) - JUALAN


Buat yang sudah pernah haji atau umroh ke Medinah dan Mekkah, pasti sudah tidak canggung lagi kalau dirayu penjual toko dengan bahasa Indonesia yang luwes. Mereka rata-rata menguasai 6-7 bahasa untuk memudahkan mereka jualan dan memulai percakapan dengan calon konsumen yang notabene jamaah haji dari banyak negara.

Ini hasil wawancara saya dengan orang Pakistan di barber shop dekat Hotel Keswah Tower Mekkah yang saya tugasi mentahalul saya. Jadi jangan kaget kalo sedang jalan di depan toko mereka, tiba-tiba kita dipanggil Rafi Ahmad dan Nagita atau Pricess Syahrini supaya kita lebih termakan kalimat jualan berikutnya seperti "lihat-lihat dulu" atau "murah-murah". Ngobrolin politik mereka juga update. "Jokowi apa Prabowo" mereka juga paham. Yang jelas "ayooo bukkk - ayooo bukkk" juga sering mereka teriakkan padahal yang lewat rombongan jamaah haji bapak-bapak. Hehehe... 


1 view0 comments

Recent Posts

See All

PEMUTUS RANTAI

Tidak pernah berdiri sendirian... Di rumah aja berarti membatasi sosialisasi, membatasi berdekatan dan bersentuhan, meregulasi ulang pola hidup sehat individu, menetapkan lagi tujuan hidup dan setelah

TUNDUK DAN TAKLUK

Dia akan pergi... Dia pasti akan pergi... Sebelum malam tiba... Entah kapan malam itu tiba... Dunia sedang belajar... Wabah yang mengagetkan Wabah yang mengingatkan Pemenang bukan mereka yang terhinda